Hidup Mandiri Di Usia Tua

Delapan Rektor telah di lewati sosok pekerja keras ini sejak pertama ia bekerja hingga saat ini. Masih banyak yang belum  mengenal sosok yang satu ini, sosok yang mengayuh sepeda tuanya sekitar satu kilometer untuk sampai ke kampus II UPRI Makassar, dimana tempatnya bekerja sebagai petugas kebersihan.

Namanya Dg. Ngalle, lahir di kampung layang pannampu, Makassar. Pria yang kurang Fasih berbahasa Indonesia ini kini tinggal sebatang kara, merasakan pedihnya hidup di masa tuanya.

Sosok yang sudah lupa umur ini sebenarnya punya tiga orang anak tapi mereka telah hidup dengan pasangannya masing masing , sesekali mereka datang menjenguk sang ayah.
           
Dg. Ngalle sangat senang membicarakan mahasiswa - mahasiswa yang peduli atau iba kepadanya. Namun raut wajahnya seketika berubah ketika bercerita tentang birokrasi yang tidak peduli tentang pengabdiannya selama puluhan tahun.

Bagaimana tidak, upah yang di peroleh Dg. ngalle per bulannya hanya 500 ribu saja. Yang lebih miris lagi, ketika ia bekerja tidak ada makanan atau sekedar air minum pelepas dahaga yang disediakan pihak kampus. tapi Itu semua tidak menghalanginya untuk tetap senantiasa membersihkan halaman kampus II UPRI Makassar. Bahkan jam kerja yang tidak menentu pun tak memudarkan semangatnya.

Betapa hebat sosok yang satu ini, bahkan di usianya yang sudah tua dia  tetap bekerja keras untuk bertahan hidup tanpa terlalu/selalu mengharapkan putra dan putrinya untuk menafkahi hidupnya.

Ketika ditanyakan Kenapa bapak tidak berhenti bekerja ?  “karena kita ini sehari-hari makan.. “Anak semua jauh, saya mungkin sudah mati kelaparan disini baru anak-anakku tahu” ujar Dg. Ngalle sambil tertawa. (RK 084)


Penulis: Andi Malikul Mulki 
Editor: Muh Sapri 


Share this

Related Posts

Previous
Next Post »