Kampus Kuning Kesepian

Slogan kampus adalah rumah kedua bagi mahasiswa” bukanlah istilah yang asing terdengar di telinga setiap mahasiswa. Setiap kegiatan kampus sama layaknya kegiatan di rumah sendiri menurut mereka, entah kekeluargaan yang mereka dapatkan, pergaulan yang asik, atau sekedar menghiasi ruang kelas disaat jam kuliah yang dianggap sekedar tempat bertemu teman-temannya.

Kata ‘Kampus’ terkesan mulai kehilangan jiwa sebenarnya.  Kampus yang seharusnya diramaikan oleh aktivitas mahasiswa, entah kegiatan perkuliahan, diskusi kelompok, dan kegiatan organisasi. Kampus yang dulunya digunakan sebagai tempat bertukar ideologi, kini tak lagi terdengar suara-suara perubahan, semua hanya sibuk membaca teori-teori yang tertulis di buku tua nya.

Mahasiswa seolah-olah terhipnotis oleh zaman, yang dimana majunya teknologi membuat mahasiswa lebih memilih kost untuk berselimut dalam sendiri ditemani android yang katanya dia lebih mengenal dirinya. Hal ini tentunya memberi dampak langsung bagi suasana kampus yang tak lagi seramai dulu. Faktanya,‘mahasiswa jaman now’ hanya datang saat ada jam kuliah saja.

Sebelumnya, keseharian mahasiswa bisa dilihat di perpustakaan, kantin, sekret UKM atau sekedar diskusi ringan di pekarangan kampus. Perpustakaan yang awalnya dipenuhi dengan mahasiswa yang sibuk dengan dentingan papan ketik persegi, lembaran huruf dan angka, atau hanya sekedar ‘berteduh’ dibawah sejuknya pendingin ruangan, mulai hilang satu persatu. Begitupun kantin yang mulai kehilangan pengunjung setianya.

Bagi mahasiswa yang baru mengenal dunia perkuliahan, hal ini bukan menjadi sesuatu yang harus dipertanyakan. Namun karena pola kegiatan senior yang tidak menbangun karakter  terhadap junior sehingga terjadi kesenjangan pengkaderan memanusiakan manusia.

Dunia ged-gedtan menyebabkan kontak langsung antara mahasiswa yang satu dengan yang lain berkurang. Mahasiswa lebih memilih melewati level-level games di androidnya dibanding melewati halaman buku-buku yang diperpustakaan

Dimanakah ????
Mahasiswa yang katanya RAKUS
Rasional
Analisis
Kritis
Universal
Sosialis
Dan juga katannya
Mahasiswa pembawa perubahan,  control sosial dll.
Kemana semua itu??

Akibatnya suasana kampus yang digambarkan hidup menjadi tak terlihat lagi. Kampus yang seharusnya menjadi tempat penunjang mahasiswa, tempat terjadinya proses pembentukan diri, yang diramaikan dengan aktivitas mahasiswa sudah buram.

Kini, kampus terlihat seperti gambar dalam bingkai, nyata tapi diam...

Makassar, (Taman kampus kuning)
05 januari 2018
NSB Kennedy

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »